Honda CRF1000L Adventure Sport, Africa Twin 2018 Review

Honda CRF1000L Adventure Sport, Africa Twin 2018 Review

Afrika Setya Budi
Tuesday, August 21, 2018

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali merilis moge baru yaitu Honda CRF1000L versi 2018 atau yang lebih dikenal dengan nama Africa Twin Adventure Sports. Motor ini diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2018 awal agustus. Honda Africa Twin 2018 ini tidak mendapat perubahan yang signifikan. Motor ini tergolong motor petualang kelas menengah.

Lantas apa saja yang baru dari motor ini?

Honda Africa Twin versi 2018 ini memiliki perubahan pada sistim berkendara yang disebut dengan throttle-by-wire (TBW), sistem throttle elektronik yang memiliki empat mode berkendara yaitu Urban, Tour, Gravel dan mode Pengguna yang sepenuhnya dapat disesuaikan dengan keinginan kita. Setiap mode memiliki pengaturan individual untuk tenaga, pengereman engine dan kontrol traksi, yang sekarang mendapat sistem tujuh tingkat, dibandingkan dengan yang versi lama memiliki sistem kontrol traksi tiga tingkat. Kontrol traksi ini dapat dimatikan sepenuhnya untuk pengendara dengan keterampilan tingkat lanjut. Sistem pengeriman Ini berkat adanya Honda Selectable Torque Control (HSTC) system yang menawarkan tujuh tahap kontrol (mode), yang memungkinkan pengendara menonaktifkan ABS roda belakang dan mendapat sensasi berkendara sesuai yang diinginkan. Hal ini memungkinkan pengendara yang berpengalaman mengunci roda belakang untuk meluncur keluar dari situasi sulit saat berkendara off-road. 

Sasis Honda CRF1000L Africa Twin Adventure Sports mendukung tiga sektor utama, yakni performa saat off-road, kenyamanan saat turing, dan kelincahan ketika berkendara harian. Penyematan baja dengan frame semi-double cradle menghadirkan keseimbangan saat melakukan perjalanan jauh, bahkan saat penuh dengan beban.

Switchgear (sepeedometer) sepenuhnya baru, menggunakan unit LCD backlit, tapi sekarang panel tunggal yang menawarkan visibilitas yang lebih baik. Layar full-colour TFT, yang tampaknya jelas pada siang hari maupun malam hari. Berisi indikator speedometer, tripmeter, rata-rata konsumsi bahan bakar, sisa bahan bakar, takometer, suhu mesin, dll.

Secara visual, Africa Twin 2018 tidak terlihat berbeda dari model sebelumnya. Jika tidak kita perhatikan dengan jeli, motor ini seperti tidak ada perubahan. Honda Africa Twin menjanjikan untuk membawa Anda keluar dari cakrawala, sangat pas digunakan dalam semua medan. Siluet ini adalah ciri khas ADV - dengan jurus yang tinggi dan mengesankan, dengan menggunakan roda yang besar, untuk roda depan 21 inci dan rosa belakang 18 inci dengan balutan ban berukuran 90/90-21 dan 150/70-18, serta ground clearance yang luas (251 mm) untuk meluncur di semua jenis medan baik mudah maupun sulit.

Honda Africa Twin 2018 ini memiliki desain kenalpot baru menambah tampilan yang elegan. Motor ini menggunakan baterai lithium-ion. Hasilnya Honda Africa Twin ini 2,3 kg lebih ringan, dengan berat total 243 kg.

Bagaimana dengan mesinnya?

Disektor mesin menggunakan mesin sama 999 cc, paralel-twin dan itu membuat 87 bhp pada 7500 rpm, dan torsi puncak lebih sedikit - 93,1 Nm pada 6000 rpm. Akselerasi cukup cepat, pada jalan raya.Africa Twin mampu menempuh jarak yang jauh dengan mudah dan cepat, motor ini memiliki performa kas motor sportbike. Sudah lebih dari cukup, untuk penggunaan pada saat touring tidak usah diragukan lagi Honda Africa Twin akan melakukannya tanpa ribut-ribut dan sopan santunnya yang mudah dikendarai, dengan ketinggian jok yang mudah
diakses akan disambut oleh pengendara dari ketinggian medan riding yang berbeda.

Dalam batas kota, Honda Africa Twin ini jinak dan mudah dikendarai, meskipun bertorsi besar. Bahkan dalam lalu lintas yang macet, motor ini sangat mudah bermanuver, dan transmisi otomatis sangat pas dalam kondisi apapun. Dengan mode berkendara yang diatur ke Urban, pada 2.000 rpm akan membuat Anda tetap di gigi ketiga yang memiliki kecepatan 30 km / jam, dengan tenaga yang rendah pada throttle, dan kontrol traksi yang tidak menganggu. Ketika kita beralih ke Mode Tour memiliki lebih banyak tenaga pada throttle, untuk overtake efektif dan akselerasi yang lebih cepat. Pengaturan untuk tenaga, pengereman engine, dan kontrol traksi sepenuhnya dapat disesuaikan dalam mode Pengguna. Anda juga dapat memilih mode manual untuk menurunkan gigi atau menaikkan gigi
melalui saklar toggle di stang kiri. Motor ini dibekali dengan tuas persneling aftermarket, ini adalah tambahan yang berguna untuk pengendara yang mencari tip kaki-shifter tradisional berkat teknologi Honda Dual Clutch Transmission (DCT).

Ketika kita mengendarai di medan pasir, lumpur, ataupun kerikil, Honda Africa Twin 2018 ini adalah rajany. Dengan kontrol traksi dialihkan ke level 1, ini memungkinkan Anda terhindar dari roda terselip, dan ini dilakukan secara elektronik. Dengan roda depan 21 inci yang besar dan ground clearance yang luas, Honda Africa Twin dapat melewati sebagian besar permukaan yang Anda lalui. Mode D menawarkan keseimbangan
terbaik antara konsumsi bahan bakar dan kenyamanan berkendara, sementara mode S memberikan tambahan performa sport dengan tiga pilihan dari S1, S2 dan S3. Ada ”G switch” untuk penggunaan kopling dan fluktuasi tenaga saat berjalan pada RPM rendah. Saat tombol ”G” ini dimatikan, pengiriman tenaga akan lebih lembut. 

Tak hanya itu DCT juga mendeteksi kondisi menanjak, yang mampu menghambat RPM tinggi saat memindah gigi naik. Kebalikannya, saat jalan menurun, downshifts terjadi lebih awal untuk memungkinkan pengereman mesin (engine brake) lebih baik.

AHM memasarkan Honda CRF1000L Africa Twin melalui tiga pilihan. Tipe standar dan DCT ditawarkan dengan warna kombinasi merah dan putih (Victory Red). Sedangkan tipe Adventure Sports memilki satu pilihan warna, yakni Tricolor, kombinasi merah, putih, dan biru.

Dan terakhir untuk bandrol harga Africa Twin ini terdiri dari 3 varian antara lain :
  • Tipe Standar harga RP 485.000.000
  • Tipe DCT dibanderol Rp 520.000.000.
  • TipeAdventure Sports harga Rp 585.000.000.
Kabarnya moge petualang tangguh buatan asli Jepang ini sudah mulai bisa dipesan di 11 diler Big Wing Indonesia pada Agustus 2018. Jos gandoss tenan cak..