Home Honda \ News

Honda Super Cub C125 tak ada lawan kompetitornya



SETYAREV - Motor gaya retro yang satu ini cukup luar biasa bro, bagaiama tidak harga diatas rata-rata motor bebek tetapi hasil penjualannya cukup membludak. 

PT Astra Honda Motor memperkenalkan Honda Super Cub C125 pada awal agustus kemarin, dan yang patut diacungi jempol motor ini belum ada lawanya bro. Bayangkan, luar biasa bukan?
Kompetisi pasar biasa terjadi di industri otomotif. Honda PCX yang dirilis dengan versi impor dan kemahalan, diikuti oleh Yamaha NMax yang langsung dirakit lokal dan jadi pendongkrak penjualan pabrikan lambang garputala. Begitu pun Kawasaki KLX 150, yang sudah lama dijual geng hijau. Baru belakangan AHM merilis CRF150L. Penjualannya pun boleh dibilang manis.

Ya memang persaingan pasar begitu keras, setiap produk dari masing-masing perusahaan pasti ada kompetitornya. Lantas, bagaimana dengan Super Cub C125? Lawannya tentu harus sekelas, alias motor bebek klasik dengan sejarah yang
kental. Apa motornya??? Jawabnya Tak ada.

Ya, Honda Super Cub C125 bukan motor sembarangan. Ia dirancang sebagai versi modern dari C100, motor bebek pertama Honda yang dirilis era 50an. Desainnya sama persis, bahkan bisa menipu mata khalayak umum. 

Meski disajikan dengan rancang bangun motor jadul, C125 punya segudang fitur terkini. Kunci untuk menggunakan motor diganti remot canggih dibantu kenop putar. Lampu semuanya sudah menanggalkan bohlam, berganti dioda yang hemat daya (LED). Penunjuk informasi berupa kombinasi digital dan analog. Mesinnya juga tentu sudah injeksi. Desain klasik tetapi teknologinya tak kalah dengan motor jaman now.
Tapi yang perlu digarisbawahi sebagai faktor utama pembuat Super Cub tak punya lawan, nilai historisnya. Yamaha mungkin bisa menyaingi Honda dengan merilis reinkarnasi dari V Series. Namun momentumnya saya rasa belum cukup. Nilai historisnya belum cukup matang. Maklum, motor ini baru memulai karir di era 80an. Suzuki mungkin punya peluang dengan membangkitkan FR-Series. Tapi dengan portfolio merek ini yang cukup minim di tanah air, kami kurang yakin pemasarannya bisa terwujud di Indonesia.

Jika mengesampingkan nilai historis, maka bisa saja saya meracik parameter di level motor berdesain klasik. Jika demikian, Honda Super Cub C125 punya beberapa kompetitor. Misalnya Kawasaki W175, yang berjenis underbone dengan mesin 175 cc. Desainnya memang bisa membuat mata menoleh, namun teknologinya terlalu konvensional. Bahan bakar masih disuplai karburator, fitur penunjangnya pun minim.

Mengetahui siapa kompetitor dari sebuah produk, memang tidak terlalu penting. Apalagi jika Anda sudah tersihir oleh motor yang Anda incar. Biasanya, tak ada proses llirik model di merek lain. Namun, lain halnya dengan para pembeli yang komparatif. Begitupun dengan pihak APM (Agen Pemegang Merek). Hadirnya rival bisa membuat kompetisi yang akhirnya menaikkan dinamika penjualan.

Last...
Bagaimana, luar biasa bukan dengan keberanian tersebut dan harga yang cukup fantastis yaitu 55 juta OTR Jakarta, namun nyatanya hasil penjualan di ajang GIIAS 2018 kemarin cukup membludak. Sahabat bikers mau mencobanya atau menanti kompetitor dari produk lain?


Baca juga :

No comments:

Post a Comment

to Top