Benelli motor penjelajah, namun tetap ramah dikantong

Benelli motor penjelajah, namun tetap ramah dikantong

Afrika Setya Budi
Thursday, August 16, 2018

SETYAREV - Hallo sahabat otomotif, kali ini saya penasaran dengan motor yang satu ini, motor yang konsepnya mirip motor penjelajah (cruiser ). Ya PT Benelli Anugerah Motor Pusaka merupakan agen pemegang merek (APM) sepeda motor yang tergolong pemain baru di pasar otomotif Indonesia. 

Ngomongin pemain baru, lantas bagaimana cara Benelli agar cepat diterima pasaran motor masyarakat Indonesia? Cukup sulit bagi Benelli untuk langsung bersaing dengan pemain-pemain lama yang sudah lebih dikenal masyarakat.

Guna bisa lebih diterima masyarakat, Benelli kemudian memutuskan menghadirkan produk yang belum terjamah oleh para kompetitor. Hal itulah yang melatarbelakangi diluncurkannya barisan produk motor cruiser dengan harga terjangkau. Wah, celengan ngak bakalan ambrol nihh. Yuk kita simak, produk Benelli yang sudah terjun di tanah air.
Sampai sejauh ini, Benelli tercatat sudah memiliki tiga produk "small cruiser", masing-masing Motobi 202 Evo, Motobi 200 Evo, dan Patagonian Eagle S. Bila motor-motor cruiser merek lain dibanderol dengan harga relatif mahal, Benelli membanderol tiga motor cruisernya dengan harga relatif terjangkau.

Motobi 202 Evo diketahui hanya dijual dengan harga Rp 30,8 juta; Motobi 200 Evo dengan Rp 28,8 juta; dan Patagonian Eagle S dengan Rp 37,9 juta. Seluruhnya merupakan harga on the road wilayah Jakarta.
CEO Benelli Indonesia Steven Kentjana Putra mengatakan, sebagian besar pecinta sepeda motor adalah konsumen yang ingin tampil beda. Segmen inilah yang kini diincar oleh Benelli. Jadi ketimbang skuter
matik (skutik), menghadirkan cruiser
dengan harga terjangkau tentu membuat merek blasteran Italia-China itu lebih mudah diterima.

"Karena ada konsumen yang ingin narsis. Dia ingin terlihat eye catching dan jadi pusat perhatian ketika berada di jalan. Caranya dengan memilih motor yang populasinya jarang," kata Steven pada Rabu (15/8/2018).

Pada perhelatan Gaikindo Indonesia
International Auto Show (GIIAS) 2018 silam, ketiga small cruiser tersebut menyumbang angka penjualan yang diklaim cukup positif bagi Benelli. Meski tak menyebutkan secara rinci, Steven menyebut total penjualan Benelli selama pameran mencapai 165 unit. Angka yang cukup lumayan bagi pemain baru seperti Benelli.

Steven berharap pencapaian di GIIAS bisa terus berlanjut. Untuk ke depannya, Steven menyatakan Benelli akan terus berupaya menghadirkan kembali produk baru yang tentunya beda daripada yang sudah ada.

"Kita ingin meramaikan pasar supaya
pecinta roda dua semakin banyak pilihan. Cara dengan menghadirkan produk yang tidak mainstream, tapi harganya bisa bersaing," ucap Steven.
Wah, kalau dipikir-pikir strategi penjualan sangat bagus. Mungkin para sahabat bikers ingin tampil beda? Bisa coba produk dari Benelli ini. Harganya yang cukup ramah di kantong untuk motor sekelasnya, tentunya patut dipertimbangkan.

Namun, saya masih mempertanyakan layanan purna jual motor tersebut, mengingat di Indonesia diler/bengkel Benelli tak sebanyak seperti motor pabrikan Jepang.